ads

Duka, 26 orang meninggal dalam longsor Banjarnegara

Tim penyelamat menggali melalui lumpur dan puing-puing dalam mencari 82 orang masih hilang setelah hujan lebat memicu bencana.
Foto: Xinhua


Penyelamat Indonesia menggunakan alat berat-angkat untuk pertama kalinya pada hari Minggu untuk membersihkan jalan menuju ke lokasi longsor yang menghancurkan desa dan menewaskan sedikitnya 26 orang, kata para pejabat. Skor masih hilang.

Polisi, tentara dan relawan telah menggunakan tangan kosong dan alat-alat darurat untuk mencari korban dan membersihkan daerah tersebut pada hari Sabtu setelah bencana melanda pada Jumat malam.

Ratusan telah dievakuasi dari sekitar desa Jemblung di Kabupaten Banjarnegara dari Jawa Tengah, sekitar 450 km dari ibukota, Jakarta, dimana media gambar menunjukkan banjir lumpur dan air mengalir ke bawah lereng gunung berhutan.

Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mengatakan 24 orang tewas, 82 orang hilang dan 577 orang dari daerah sekitarnya telah dibawa ke tempat penampungan sementara.

Ada 2.000 penyelamat yang terlibat dalam operasi pada hari Minggu, katanya.

"Kami berharap kami bisa mengoperasikan semua peralatan berat hari ini," kata Nugroho. "Kita tidak bisa mengoperasikan peralatan segera setelah tanah longsor. Kami harus sangat berhati-hati tentang stabilitas tanah. "

Presiden Indonesia, Joko Widodo, yang menuju ke situs di mana ia mengatakan ia akan menilai apakah lebih alat berat-angkat yang dibutuhkan.

"Kita akan ke lapangan untuk memahami situasi," kata Widodo.
"Bantuan ini tidak masalah; apa yang paling penting adalah kecepatan evakuasi. "

Longsor sering terjadi di Indonesia selama musim hujan, yang biasanya berlangsung dari Oktober sampai April.

Terlepas dari sejarah bencana serupa di daerah, tidak ada alat berat khusus disisihkan untuk Banjarnegara, kata Nugroho.

Telah terjadi longsor yang fatal pada tahun 2007 namun orang masih memilih untuk tinggal di sana, katanya.
 

Post a Comment

Lagi Hangat